Dalam situasi saat ini, yang menjadi hal yang penting untuk dilakukan adalah menjadi intrivert yang sesungguhnya. Banyak hal yang harus ditunda, terutama untuk pertemuan dengan orang ramai.
Banyak juga hal yang seharusnya dilakukan, seperti membuat karya baru atau melatih skill baru yang tidak banyak membutuhkan keramaian. Namun satu hal yang menjadi penunda dalam semua kegiatan tersebut.
Yaitu, malas.
Cara yang aneh yang bisa dilakukan adalah dengan cara bertemu banyak orang untuk mendapatkan inspirasi dan motivasi. Namun cara tersebut tidak bisa dilakukan untuk saat ini.
Cara lainnya adalah dengan belajar menjadi introvert. Terus saja berkarya tanpa peduli dengan banyaknya cacian. Semuanya memang butuh proses, dan tidak ada proses yang cepat.
Memahami diri sendiri saat ini justru jauh lebih baik daripada sibuk mengurus orang lain. Namun sayangnya semua hampir tidak bisa dilakukan karena teknologi yang begitu canggih.
Semua orang saat ini sibuk mempertontonkan hal yang tidak layak dipublikasi. Mereka hanya mencari sensasi tanpa peduli masa depan apa yang menanti.
Mereka sibuk menjadi orang yang disebut influencer dan lain sebagainya. Tujuannya katanya untuk menjadi orang kaya dan terkenal. Mereka seperti tidak sadar akan bahaya yang menanti masa depan generasi setelahnya.
Orangtua juga sibuk menyalahkan pendidikan orang lain dan cara orang lain dalam mendidik. PAdahal mereka tidak mengerti sama sekali tentang cara mendidik diri sendiri dan juga darah daging mereka.
Mereka sibuk mencari cara agar sekolah dibuka tanpa peduli kesehatan orang lain. MEreka hanya peduli ijazah seperti apa yang akan mereka dapatkan jika keadaan tersu berlangsung seperti ini.
Saling menyalahkan saat ini memang sudah hal yang sangat biasa. Tidak ada lain yang patut dijadikan pedoman. Semua orang sibuk mengurus orang lain tanpa melihat diri sendiri. KAca mereka hilang ataup bahkan tidak punya sama sekali.
BAnyak hal yang sepertinya sengaja mereka lewatkan dan selalu saja mencari sensasi. Sikap dan gaya hidup hedon saat ini sepertinya sangat murah. Mereka sudah lupa akan pentingnya kebutuhan primer dan mencari cara menjadi orang maya daripada menjadi manusia nyata.