Sudah cukup lama tidak menulis di dalam blog ini. Banyak hal yang harus dipelajari. Mulai dari awal sampai dengan merasa cukup mengerti dan bisa menguji dengan beberapa hal. Hari ini adalah hari yang pertama melakukan kegiatan tanpa asupan energi yang mencukupi. Hal ini berjutuan untuk merasakan hal yang orang lain rasakan. Juga agar mengekang rasa yang berlebihan dari hal yang tidak patut untuk dilebihkan.
lagi
Hari nyaris selesai karya yang ditunggu-tunggu untuk diperiksanya. Begitu lamanya dari september sampai hari ini… berapa hari itu… Sebenarnya memang tidak terlalu berharap lagi dengan manusia. Pasti akan mendapatkan kekecewaan kalau percaya selain kepada yang maha kuasa.
banyak pikiran di akhir tahun ini. begitu banyak tantangan dan juga pekerjaan yang ternyata sering disepelehkan dan akhirnya menumpuk menjadi banyak dan mumet sendiri.
tinggal kurang dari 3 minggu lagi. menyusun tumpukan berkas yang banyak. mencoba mencari jalan pintas agar bisa selesai lebih cepat. urusan terkumpul sistem kreditnya atau tidak. itu urusan lain nanti.
yang jelas, tulisan ini menjadi bukti kalau lamanya proses manusia dalam memeriksa hal yang mereka tidak ingin didahului.
USaha
Mencoba untuk menjadi lebih baik memang tidak akan pernah mudah. Karena iblis telah berjanji untuk menyesatkan keturuan nabi Adam AS. Akan selalu ada hambatan atau bahkan kesenangan lainnya yang membuat manusia akan luput dari jalan yang lurus. Kenapa orang bisa tersesat di jalan lurus? karena mereka selalu dihasut oleh iblis dan keturunannya yang pada saat Adam diciptakan mereka tidak mau bersujud kepada manusia yang diciptakan dari tanah.
Dalam kesehariannya, manusia memang selalu saja diuji dengan rintangan dan kenikmatan yang sesaat. Bagi yang diuji dengan kesulitan, mereka biasanya akan selalu menyalahkan orang lain atas keadaan dirinya, selalu dipintah untuk dikasihani dan enggan untuk mengubah diri untuk sejahtera paling tidak untuk dirinya sendiri. Sedangkan yang diuji dengan kenikmatan, mereka selalu tersenyum bahkan bergembira tanpa memperhatikan keadaan sekitarnya. Mereka terkadang lupa bahwa sebagian harta yang dititipkan kepadanya seharusnya juga dititipkan dengan orang lain yang membutuhkan harta tersebut. Ketimpangan inilah yang membuat teori konflik dari max weber begitu terasa nyata di kehidupan sehari-hari.
Tanpa sadar di dunia manusia ini tercipta dua kelompok besar yang begitu timpang. Satu sisi adalah orang yang sepertinya tidak pernah berhenti bekerja hanya untuk menjadikannya sumber energi (makanan) dan di satu sisi lainnya orang yang dengan begitu bingungnya menghabiskan hartanya untuk kebutuhan dan kesenangan apa lagi. Banyak orang yang diberi ujian dengan kekurangan harta berharap bisa memiliki harta yang begitu banyak, sedangkan orang yang lahir dari golongan kaya berharap akan mendapatkan kebahagiaan yang tidak palsu atau abadi. Satu sisi iri melihat orang kaya dengan mobilnya dan satu sisi iri melihat orang miskin yang tertawa lepas dengan keadaan yang mungkin dianggap tidak layak untuk hidup.
Usaha di dunia memang harus membutuhkan ilmu dunia, namun usaha diakhirat harus membutuhkan ilmu langit yang bahkan manusia terkadang memiliki pertanyaan besar dengan hal itu. Opini dari masing-masing manusia tentunya sangat berbeda. Ada yang beranggapan bahwa orang kaya adalah takdir, sedangkan ada lagi yang beranggapan bahwa orang kaya adalah usaha.
Namun, yang saya percaya adalah usaha. Dengan berusaha orang-orang akan lebih bisa menghargai kemampuannya sendiri. Walaupun individu memang tidak bisa hidup sendiri. Namun paling tidak, individu telah diberikan kesempatan untuk menjadi lebih baik setiap detiknya. Tergantung usaha untuk meraih hal positif atau negatif. Masing-masing ada di tangan manusia itu sendiri.
Nyaris
Sudah hampir berakhir minggu terakhir. Seharusnya sesuai rencana akan membuat suatu perubahan dengan mencetak draft buku untuk bisa menjadi penilaian tersendiri. Hal ini dilakukan karena mengingat banyaknya hambatan yang harus dilalui oleh orang yang baru saja memasuki dunia kerja. Banyak hal seharusnya bisa di eksplorasi dengan baik. Namun, lagi-lagi manusia tetaplah makhluk unik. Antara teori dan kenyataan tentu saja bisa berbeda jauh.
Entah kenapa, akhir-akhir ini juga banyak hal yang sepertinya tidak sesuai dengan dugaan. Begitu anehnya pemikiran manusia, mereka hanya mampu menampilkan apa yang mereka inginkan. Bahkan tidak bisa berpikir dengan baik.
Bagi orang yang terlalu penurut, tentu menjadi hal yang sangat menganggu ketika keteraturan terusik. Namun, lagi-lagi nafsu mengalahkan semuanya. Semua orang bisa menjadi apa saja ketika mereka ingin sesuatu.
MInggu ini akan tetap mencoba untuk membuat final dari tulisan yang cukup panjang. Juga mencoba untuk mencari penerbit yang baik yang bisa diakui dengan baik. Tidak mudah untuk membuat buku ini. Namun, tetap saja nantinya merupakan keputusan mereka untuk menampilkan atau tidaknya. Paling tidak mendapatkan sesuatu yang baru untuk menjadi suatu hal yang baik dan positif.
Pertanyaan lainnya akan muncul ketika bulan depan atau buku ini telah mendapatkan draftnya.
pergerakan
Tahun 2021 hampir berakhir, sekitar empat bulan lagi. Pada Desember nanti, tepat dua tahun pandemi ini ada di dunia, awalnya (katanya) dari negara tiongkok dan menyebar ke seluruh benua. Pertama kali mendengar kata WFH sungguhnya senang, karena pada saat itu ada penempatan yang tidak disangkah-sangkah dan harus pergi selama sebulan secara bergantian dengan tim lainnya. Namun, lama-lama harus tetap datang ke dusun sana walaupun pandemi ini belum berakhir. Sungguh lucu, ketika ada yang bilang resiko pekerjaan, tapi malah disuruh melawan arus.
Saat ini, di kota yang sepi ini, masih saja ada peraturan yang tidak mengizinkan orang untuk beramai-ramai. Tapi, diskotik tetap buka pada malam hari. Warung-warung pinggir jalan yang hari biasa saja sepi apalagi dengan adanya pandemi ini disuruh tutup bahkan ada yang dihancurkan. Tapi, pasar modern tetap buka dengan alasan telah menetapkan protokol kesehatan.
Kantor-kantor juga ada yang menerapkan bekerja di rumah, namun ada juga yang masih beramai-ramai bekerja di kantor dengan alasan kedisiplinan. Padahal siswa yang memang memerlukan gurunya tidak bisa belajar ke sekolah karena takut adanya klaster baru. Sebenarnya, lebih penting bekerja untuk uang yang akan habis atau pendidikan sebagai faktor utama kesejahteraan.
perdebatan terus akan berlangsung, bahkan dengan telah tersedianya vaksin tetap akan ada. Orang-orang juga mungkin beranggapan bahwa hal itu hanya sebagai bisnis kesehatan. Namun memang benar adanya. Senjata biologis digunakan di dunia karena damainya saat ini. Sudah tidak zaman berperang dengan senjata tajan atau senjata api. Serang ilmu lah yang akan menjadi koin bersisi ganda.
Pendidikan karakter saat ini jauh lebih penting ketimbang pengetahuan umum. Karena dengan teknologi yang sangat cepat dan canggih membuat informasi begitu mudah diakses dari manapun dan perangkat apapun yang mendukung. Saat ini tidak perlu dengan komputer, perangkat lainnya sudah bisa melakukan gerakannya sendiri dan caranya masing-masing dalam melakukan pekerjaannya di dunia digital.
Seperti mimpin saja, orang-orang bisa bebas berselancar kemanapun tanpa fisiknya ikut serta. Melihat dunia 3D saat ini begitu mudah dilakukan dan sangat lumrah. Belajar dengan daring sudah menjadi langganan tanpa perlu mementingkan kerapian. Semua berubah dan dipaksa karena pandemi.
percaya atau tidak, pandemi atau bukan, tetap saja perubahan akan muncul. Siapa yang berhenti belajar akan sirna. Komputer dengan fasilitas canggih lebih dibutuhkan daripada mobil berkecepatan tinggi. Rumah akan semakin mengecil namun keberadaan sinyal akan semakin meluas. Kapasitas penyimpanan awan akan lebih besar.
Pertanyaannya, sampai kapan era digital ini akan eksis? adanya era yang lebih canggih lainnya?
Dipaksakan
Terkadang berpikir bahwa segala hal yang dipaksakan akan berdampak buruk. Namun semakin melihat dunia yang tidak ada kepastian ini, berpikir hal yang abstrak terkadang membosankan dan tidak ada habisnya. Namun pemaksaan dalam berkarya dan menghasilkan atau menyusun sumber daya memang harus dipaksakan.
Tidak ada yang mengerti tentang apa yang akan terjadi besok. Semuanya bisa saja sesuai rencana atau bahkan jauh melompat sama sekali. Satu orang bisa menjadi dua orang ketika keadaan mendesak. Pemaksaan untuk hal yang positif memang harus dikuasai dengan sepenuh hati. Karena, jika tidak, keadaan terpaksa untuk hal negatif akan menjadi jadi.
Mungkin banyak orang yang tidak setuju dengan hal ini. Namun, inilah yang terjadi. Banyak orang yang menganggap hidup ini penuh warna. Namun, kenyataan pasti adalah hitam dan putih. Semuanya berpasang-pasangan. JIka tidak mempunyai pasangan, biasanya tetap ada dualisme di dalamnya. Karena sesungguhnya, hanya tuhan yang maha esa.
kita hidup di dunia ini tidak lain hanya sebagai tempat ujian. Bagi yang mengerti soalnya akan lebih mudah menjawabnya. Namun bagi yang hanya suka mencari penghidupan orang lain, tentu saja. Sebaik apapun ia menjawab soal, maka hasilnya akan salah karena memiliki pertanyaan yang berbeda. Dua orang kembar identik pun tidak akan 100% memiliki kesamaan. Pasti ada perbedaan, bahkan dalam hal fisik.
Semuanya memang harus dipaksakan untuk hal positif, jika tidak orang akan melakukan dengan terpaksa hal negatif.
sebegitu mudahkah kehidupan ini? tentu
hanya orang-orang saja yang terlalu kreatif dan tidak mau bersyukur dengan apa yang ia peroleh.
NYAMAN
Nyaman, memang tidak mengasikkan. Ada-ada saja hal yang ingin dicapai, namun karena merasa sudah nyaman, hal itu tidak dikerjakan dengan optimal. Banyak saja alasan untuk menunda pekerjaan. Akhirnya, selesai lama atau malahan tidak selesai sama sekali.
Namun, tidak nyaman juga menjadi salah. Karena merasa dihantui dengan rasa bersalah. Memang susah hidup di dunia yang fana. Semua hal sebenarnya bersifat abstrak. Walaupun ada eksata, masih saja banyak hal yang tidak dimengerti. Seharusnya semua orang sadar bahwa dunia ini bagaikan sekolah. Hanya untuk menguji saja. Bukan untuk berlomba-lomba.
Hari ini merasa ingin mengerjakan, Namun detik itu juga berpikir bahwa bisa ditunda sampai keadaan nyaman. Sesaat setelah keadaan menjadi nyaman, terlalu lelap tidur sampai lupa waktu. BEgitu terus setiap harinya. TIdak berupa. Memang susah.
Besok berusaha agar hidup nyaman. Namun hari ini merasa terlalu nyaman. Besoknya tetap terlelap dalam kenyamanan.
Semua menjadi serba salah.
hanya hidayah yang mungkin bisa diterima atau tidak.