Ada hal yang menjadi viral di banyak media sosial saat ini. KArena danya statement dari kepala suatu lembaga yang menyatakan bahwa tidak akan ada lagi perukrutan pegawai tetap untuk pemerintah terutama untuk calon guru. Mereka beranggapan bahwa menjadi tetap tidak akan menjadi tetap pada daerah yang kekuarangan pengajar, Namun kebiasaan dari dulu bahwa sang pengajar tersebut pasti akan melakukan mutasi ke daerah asalnya untuk bisa dekat dengan keluarga. MEreka menjadi lebih memilih untuk keluarga dari pada menjadi abdi negara. Awalnya saja yang memiliki integritas tinggi, namun karena ada kesempatan sekalipun itu berbasar dengan cara bawah tanah, mereka akan melakukannya dengan baik.
Yang menjadi pertanyaan adalah, sbegitu berartikah pekerjaan itu. Apakah mereka tidak memilih untuk menjadi diri sendiri dengan lama-lama berkuliah bertahun-tahun hanya untuk satu pekerjaan yang memang pendapatannya tidak seberapa?
kemana saja mereka selama ini untuk belajar dan mengabdi ?
Ada banyak sekali cara untuk menjadi orang yang berguna dan mendapatkan hasil yang lebih dari itu?
Jawabannya, mungkin karena malas mencari, dan lebih enak mengikuti daripada membuat suatu perubahan. Anak muda juga lebih mementingkan status sosial karena desakan orangtua daripada menjadi manusia itu sendiri. Mungkin benar adanya. Menjadi orang lain untuk menyenangkan orang lain saat ini bukanlah suatu hal yang aneh. Bahkan semua orang beranggapan bahwa menghasilkan harus bekerja diluar rumah, wajib hukumnya. MEreka tidak menyadari bahwa teknologi yang mereka genggam setiap harinya adalah aset yang paling berharga dan bukannya suatu liabilitas ataupun hanya sebagai alat konsumtif.
Namun, tetap saja, beda orang beda pendapat dan beda juga caranya