Menolak

Beberapa hari ini menjadi hari yang cukup menjengkelkan. Banyak hal yang kecil seolah-olah begitu besar karna dua orang yang tidak bisa bekerja. Mereka memang tidak bekerja dan tidak mau bekerja pada intinya. Dengan seenak hati menyuruh manusia lain mengerjakan hal yang bukan menjadi tanggungjawabnya. Yang menjadi pekerjaan utama justru tidak diberikan. Sungguh orang seperti ini akan juga mendapatkan balasan yang mungkin lebih buruk lagi baginya.Setelah memikirkan begitu banyak cara, akhirnya lebih baik diam dan tidak melakukan apapun yang membantunya. Lebih baik meminta maaf dan tidak mengerti apapun, daripada selalu digunakan oleh orang yang tidak menggunakan otaknya. Ia selalu menjadi orang yang tidak memiliki kepribadian baik dan luhur. Mereka itu seperti air keruh yang mengalir, harus segera dibersihkan atau dibuang jauh-jauh saja. Lebih baik seperti itu daripada mengotori atau mencemari kehidupan lainnya disekelilingnya.

Suka atau tidak suka Ia akan selalu mencari cara untuk mengerjakan pekerjaan dengan dibantu orang lain. Untuk apa melakukan hal yang demikian. Tidak usah menjadi boneka orang seperti itu, mereka sudah tidak ada harga diri lagi dihadapan orang lain. Mereka hanya pencari koin yang tidak bermartabat dan hanya merugikan orang lain.

Diam itu emas adalah sebuah hal patut dicontoh dalam menghadapi permasalahan ini. Semakin banyak kita meladeni orang tak berotak seperti itu, semakin kesal juga pada akhirnya. Lebih baik diam dan tidak melakukan hal yang membantunya untuk menjadi lebih gila lagi. Orang yang tidak mau bekerja sebaiknya menjadi orang yang hanya bekerja untuk dirinya saja. Tidak akan ada manfaatnya orang seperti itu didalam kehidupan bermasyarakat. Lihat saja, mereka seperti belanu yang terus tumbuh dari inang.

Biarpun ada masalah pada akhirnya nanti, tidak akan berpengaruh besar pada kehidupan. Orang-orang seperti itu memang tidak layak untuk menjadi orang yang berkuasa. Mereka lebih baik menjadi orang tak tahu diri dan terus mencari koin yang tidak akan membantunya sedikitpun. Mereka telah lupa akan pentingnya kehidupan dunia.

Untuk beberapa hari kedepan, biar saja mereka bekerja sendiri dan merasakan bagaimana rasanya mengerjakan banyak hal dalam satu waktu. Mereka akan lebih mudah menjadi orang lain lagi yang tidak ada pemikiran sama sekali untuk memudahkan pekerjaan.

Pencari koin itu akan terus saja menjadi orang lain dalam kehidupannya. Namun yang terpenting adalah tidak boleh menjadi orang yang membantunya. Apalagi orang itu tidak pernah membantu kita sama sekali. Mereka menganggap pekerjaan itu memang pekerjaan orang lain, tanpa tahu bahwa untuk apa mereka ada diposisi tersebut jika hanya memerintah dengan tidak jelas kepada orang lain.

Juga yang paling penting, mereka memang sama sekali tidak tahu aturan main tentang kehidupan duniawi ini.

Diterbitkan oleh umaruddin93

Menulis menjadi disiplin baru

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai