Cara

Memang tidak ada perubahan yang positif di tempat itu. Masih banyak orang-orang yang tidak bekerja yang dipekerjakan. Mereka hanya menghabiskan uang negara. Tidak produktif apalagi inovatif. Merekalah sampah masyarakat yang sesungguhnya. Memiliki kursi hasil lobi. Tidak memiliki inisiasi sendiri. Selalu berpola lama dan tak ada sesuatu yang pasti. Ucapan mereka hanya janji-janji.Semakin kesini, diri ini makin sadar bahwa membantu mereka adalah kesalahan yang besar. Mereka bisa saja menjadi besar kepala dan akhirnya mati. Namun dosanya tak akan terampuni. Pribadi ini juga dan akan ada memaafinya.

Semua yang mereka lakukan adalah pencitraan semata. Hanya mencari sensasi tak lebihnya selebriti. Membuat banyak status tentang pekerjaan namun tak ada satupun yang mereka lakukan. Mereka memang sampah dimasyarakat dan di hati.

Orang bodoh jauh lebih pintar dari mereka. Orang-orang gila yang hanya mengharapkan upah dari manusia. Mereka lupa akan pentingnya kepercayaan dan kepedulian bersama. Mereka terlalu patuh pada budak yang tak kasat mata.

Seharusnya mereka sudah dari lama dimusnakan saja. Mereka tak pantas untuk memenuhi dunia ini. Tapi itu lebih baik, dari pada bertemu mereka di alam nanti. Mereka menang seharusnya lebih lama lagi berada di dunia ini. Mereka menjadi sejarah yang harus dilihat orang semua umat, bahwa ada manusia yang tak berpikir. Tak lebih seperti hewan yang mencari makan.

Bahkan, binatang saja tidak akan memakan temannya sendiri. Mahkluk tanpa hari nurani itu tidak akan tegah mencelakakan mahkluk yang Ia butuhkan. Mereka melakukan simbiosis mutualisme. tidak seperti mereka yang gila harta dan popularisme.

Diam bukan berarti berhenti. Terus saja bertindak sampai mereka bosan dan tak ada teman lagi. Mereka tak pantas untuk dikasihani. Mereka orang gila yang seharusnya memang bersenang-senang di dunia ini. Nikmatilah ini. Dan rasakan akibatnya nanti.

Diterbitkan oleh umaruddin93

Menulis menjadi disiplin baru

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai