Plastik

Ada kejadian lucu saat belanja di supermarket yang baru buka tapi nyaris bangkrut. Sebenarnya tidak ada niatan untuk belanja banyak dan menghabiskan banyak uang. Namun, karena malas pergi untuk beberapa kali, jadinya sekali jalan selesai. Kali ini masalahnya adalah pada pemberian kantong plastik. Tidak ada lagi di swalayan yang menggunakan kantong plastik. Padahal semuanya masih dibungkus plastik.Lucunya adalah pada saat dikasir tidak ada lagi penyediaan kantong plastik. Baik yang gratis maupun yang berbayar. Hasilnya saya menggunakan kardus bekas. Parahnya, karena menggunakan motor, pernah jatuh sekali belanjaan yang cukup banyak itu. Tapi hal ini adalah tidak relevan dan terkesan tidak menyeluruh. Bayangkan saja, tidak ada lagi penggunaan kantong plastik untuk membawa belanjaan yang banyak. Sedangkan sayuran mereka semuanya dibungkus oleh plastik. Kenapa tidak menggantinya dengan kardus juga, atau kalau perlu dengan daun pisang.

Karena biasa belanja di supermarket dengan kuantitas yang banyak. Jadi khilaf mengambil banyak barang. Semuanya saya rasa perlu dan dibutuhkan untuk cadangan makanan. Namun mendengar pengumuman dari pengeras suara bahwa tidak ada lagi kantong plastik, maka saya mencoba untuk mencari kantong plastik di sana juga. Namun tidak ketemu, adanya kardus doang.

Kenapa plastik yang banyak fungsi tersebut ditiadakan, namun plastik yang sekali pakai seperti wrap masih digunakan. Alat pembungkus sayuran dan buah juga masih dari plastik. Anehnya sekali.

Sempat malu sebenarnya, karena menggunakan motor tapi bawak kardus besar yang isinya banyak sekali barang yang terbilang mahal. Namun ini menjadi pelajaran besar. Bahwa sebenarnya belanja sayur dan buah memang lebih baik di pasar tradisional. Selain bisa menawar harga, juga barangnya tidak kalah baik sebenarnya. Hanya ruangannya saja yang tidak dingin dan sejuk.

Namun untuk belanjaan seperti peralatan masak dan sebagainya. Dengan adanya teknologi internet saat ini lebih baik menggunakan aplikasi mobile. Selain tidak ribet dalam keliling-keliling memilih barang, juga bisa langsung diantar kerumah tanpa harus membawa mobil. Walaupun butuh waktu yang cukup lama.

Setelah kejadian ini, saya mencoba untuk selalu membawa kantong plastik di dalam jok motor. Juga di tas. Lebih baik selalu membawa tas sendiri yang isinya banyak persediaan kantong plastik. Lebih baik seperti itu. Atau coba nanti beli tas khusus belanja yang cukup besar dan kalau bisa ada troli atau rodanya. Biar gambang dibawah kemana-mana.

Besok-besok akan lebih baik untuk membeli sayuran dan buah di pasar tradisional yang dengan seseorang agar lebih pasti dan tidak boros lagi.

Diterbitkan oleh umaruddin93

Menulis menjadi disiplin baru

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai