Karena pekerjaan yang lebih sering bertemu dengan orang yang bermasalah jadinya punya pemikiran seperti ini. Masalah utama dari orang-orang tersebut adalah mudahnya mengakses media daring. Semua bemulah selalu dari hal tersebut. Padahal hal dari dibuat untuk memudahkan komunikasi. Lucunya, komunikasi dari jarak jauh mendekat dan yang dekat menjauh.Langsung saja, dengan adanya wabah dunia ini. Tentu saja tidak bisa beraktifitas seperti biasa. Termasuk dalam soal pendidikan. Sekolah. Tidak bisa berdekatan seperti dahulu. Belajar tatap muka akan sangat beresiko. Kali ini, orangtua menjadi kunci pokok dari berlakunya hukum rumah tangga.
Dengan adanya masalah ini, hal yang paling memungkinkan untuk dilakukan adalah dengan cara belajar jarak jauh. Caranya adalah dari aplikasi grup komunikasi. Namanya wa, zum, gugel dan sebagainya.
Tentu saja bagi yang memiliki perangkat dan juga akses internet yang mudah dijangkau akan sangat memudahkan aktifitas ini. Namun bagi yang tidak punya, mau bilang apa. Juga pemerintah telah menyediakan platfrom untuk mengakses materi sekolah di tvri. Telah ada jadwalnya.
Tetapi, lagi-lagi, peran orangtua tidak mendidik. Mereka beranggapan bahwa pendidikan hanya untuk di sekolah saja. Tidak ada yang tahu atau mau tahu, Mereka hanya bisa menyediakan perangkatnya saja. Padahal perangkat tersebut sangat berbahaya jika tidak dipantau secara tepat oleh orang yang lebih dewasa.
Akhir-akhir ini ada yang memaksa untuk menyediakan perangkat tersebut. Namun, pemikiran dan hati ini tidak bisa melakukannya. Karena dampak negatifnya akan lebih banyak daripada positif. terutama karena saya tahu betul siapa yang meminta perangkat tersebut. Mereka tidak memiliki kepedulian sosial yang baik. Hanya peduli pada rutinitas dan kebiasaan buruk yang tidak bisa dikendalikan.
Secara positif sebenarnya baik menyediakan alat tersebut. Apalagi mampu untuk membeli yang baik dan bisa bertahan lama. Namun, karena orangnya tidak bertanggung jawab. Maka, lebih baik tidak menyediakannya. Tidak usah dipertanyakan lagi. Mahal juga, hehe.
Dengan pembelajaran jarak jauh, seharusnya orangtua lebih dominan untuk melakukan pekerjaan rumah bersama-sama. Saling membantu, paling tidak untk kebersihan setiap hari. Bangun pagi tetap menjadi hal utama.
Atau berbagi tanggung jawab dalam urusan rumah bisa menjadi lebih baik. Dan juga belajar lewat media massa akan lebih mudah dilakukan.
Dengan keadaan new normal yang cukup aneh ini. Sebaiknya tidak melakukan improvisai yang tidak diperlukan. Memaksa kehendak untuk menyediakan platform yang tersebar luas bukanlah hal bijak. Media sosial mungkin baik bagi yang mengerti dan cukup dewasa. Tapi bagi anak-anak yang dengan mudah diiringi dengan kehendak anak-anak, akan menjadi sangat berbahaya.
Apalagi, orantuanya tidak punya rasa untuk peduli dengan sekitarnya. Tidak perlu ditanya lagi. Lebih baik diamkan saja. Untuk apa menyediakan hal aneh tersebut. Jika hanya untuk menonton video dan melakukan aktifitas di media sosial yang berbahaya tanpa adanya kontrol sosial dari keluarga terdekat. Untuk apa?