Kejadian lucu kembali terjadi. Kali ini datang dari tempat yang tidak usah disebutkan, karena pasti sudah tahu. Yang berhubungan dengan penghasilan dan passion (sepertinya). Benar-benar tidak tahu apa arti dari sebuah tempat tersebut. Namun di zaman ketidaktahuan yang penuh wabah mematikan seperti ini, lebih baik selalu waspada dan mencegah.Mungkin ini sudah turun temurun, orang-orang banyak yang tidak peduli terhadap orang lain. Mereka selalu saja mementingkan atas nama sesuatu yang sebenarnya tidak menghasilkan apapun yang positif. Mereka tidak mengerti bahwa sesungguhnya kehidupan ini adalah sebuah ujian.
Mereka adalah tipe makhluk yang selalu dan terlalu patuh terhadap pemikiran dan nafsu yang semu yang semuanya pasti akan kalah. Pun tidak memikirkan dengan bijaksana dan secara menyeluruh. Perintah seolah-olah tetap perintah dan tidak ada tindak lanjut yang pasti yang berkeperikemanusiaan.
Di zaman wabah ini mereka masih sibuk untuk melakukan kegiatan yang sebenarnya bisa dikontrol menggunakan teknologi. Namun, lagi-lagi mereka seolah-olah anti teknologi dan perubahan. Mereka tidak sanggup atau tidak mau sanggup untuk memperlajari semua itu.
Kehendak yang terlalu dipaksakan, berharap akan bekerja sesuai dengan perintah. Tapi, manusia punya banyak cara untuk keluar dari zona nyaman dan menjadi orang nyamannya sendiri.
Pergi ke suatu daerah yang sudah tahu terkena wabah mematikan ini seperti membawa bencana sendiri. Mereka lagi-lagi seperti anti dalam perubahan dan untuk belajar pun tidak mau. Kenapa tidak melakukan kerjasama dengan orang yang ahli. Mereka lupa atau memang terlalu sibuk mengurus pikiran yang pendek tersebut.
Kali ini juga tidak baik untuk membicarakan orang aneh yang begitu rakus terhadap dunia. Tidak usah disebut juga semua orang akan tahu siapa itu. Orang-orang yang memebeli kursi jelek dengan harga mahal. Mereka juga yang meneinggikan kursi tersebut dengan material yang palsu dan murahan. Mereka juga yang akhirnya menjadi orang yang mati mendadak karena jatuh dari kursi tersebut.