Menulis

Ketika sudah cukup terbiasa dengan menulis, lamban laun menemukan ide secara garis besar tentang tulisan selanjutnya. Mungkin hal ini juga dialami oleh sebagian besar penulis. Mulai dari yang menulis harian sampai dengan penulis terkenal. Semuanya ternyata bisa menjadi objek tulisan. Inspirasi tersebut bisa didapatkan darimana saja dan kapanpun. Sebenarnya pada awal permulaan ingin menjadi penulis karena mengenal blogspot. Dahulu ingin saja menerbitkan website pribadi. Akhirnya terbit juga saat kuliah. Ternyata cukup mudah dan murah. Lalu kemudian menulis hanya modal menerjemahkan dari situs lain, tentu saja akan selalu dilampirkan situs aslinya. Isinya awalnya memang khusus tentang belajar dan cara belajar gratis di negeri orang. Tujuan untuk memotivasi diri sendiri sekaligus menjadi database yang bisa diakses kapanpun dan dimanapun. Semuanya bisa mengakses website tersebut dengan free.

Terlintas juga niatan untuk membuat buku novel misteri. Ide yang didapatkan hanya bermodal film di internet. Kemudian setelah berpikir panjang, diputuskan untuk tidak melanjutkannya. Alasannya takut plagiat. Tidak ada ide original. Tidak asik.

Selanjutnya, membulatkan tekat untuk membuat buku teks pelajaran. Sepertinya lebih mudah. Mengumpulkan berbagai teori dari buku-buku sebelumnya. Namun lagi-lagi ini bertolak belakang dengan caraku. Seperti nyontek lagi sepertinya. Tinggalkan saja.

Setelah bekerja, ada yang cukup menantang. Yaitu bisa mengumpulkan angka kredit yang cukup besar jika menerbitkan buku ber ISBN. Sebenarnya mudah mendapatkan ISBN tersebut. Penerbit indie juga sudah sangat berjamuran di negeri ini. Jikalaupun tidak ada yang mau menerbitkannya. Buat sendiri percetakan bukunya, lebih mudah bukan. Tapi perlu diingat, biayanya cukup mahal.

Sampai saat ini masih mencari ide yang terbaik yang bisa lolos penerbit besar. Selain mendapatkan kredit, juga bisa menjadi terkenal dan punya pendapatan tambahan. Inginnya begitu. Tapi sepertinya jika tidak dimulai dari disiplin diri, lembaran-lembaran tersebut tidak akan terkumpul. Apalagi dengan tidak fokus pada satu pekerjaan.

Detik ini pun masih terpikirkan bagaimana caranya untuk mendapatkan tugas belajar. Bahasa Inggris menjadi sebuah kendala besar. Tapi sepertinya pemikiran ini harus segera ditinggalkan. Covid-19 ini sudah cukup memberikan pengalaman bahwa belajar sebenarnya bisa dari manapun dan kapanpun. Hanya bermodalkan laptop dan internet, siapapun bisa mendapatkan dan menyebarkan informasi dengan begitu mudahnya dan banyak sekali pilihan.

Maka dari itu, blog ini dibuat. Tujuan utamanya adalah untuk menjadikan diri ini dispilin waktu dalam menulis setiap harinya. Wajib ada satu postingan setiap hari. Bagaimanapun caranya harus bisa terbit.

WordPress dipilih karena memang fokus pada penulisan. Tidak akan bisa mengganti dengan tema yang diinginkan. Karena harus bayar, hehe. Berbeda dengan blogspot yang begitu banyaknya pilihan tema di internet. Juga blog ini akan tetap menjadi blog, tidak akan menjadi website dengan awalan www dalam waktu dekat. Selain harganya yang mahal, juga tidak punya kartu kredit.

Menjadi penulis memang menjadi sebuah pilihan. Saat ini sebenarnya dengan mudah menjadi youtuber, blogger sudah sangat tua dan ketinggalan zaman. Namun lagi-lagi ini masalah passion. Walaupun saya pelajar bertipe visual auditori, namun masih butuh membaca sampai dengan saat ini.

Ada banyak tantangan dan peluang yang harus diambil. Semua harus bisa dikejar dengan cara disiplin ini. Lebih baik memulai dengan karya jelek, daripada tidak memulai sama sekali. Karena tidak mungkin ada yang karya yang baik tanpa adanya latihan dan pengorbanan.

 

Diterbitkan oleh umaruddin93

Menulis menjadi disiplin baru

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai