Setelah membahas belajar sebelumnya, saat ini akan menulis tentang bekerja. Jujur, bekerja di pekerjaan tertentu yang statis adalah hal yang hampir mematikan kreatifitas. Apalagi bekerja untuk orang yang tidak biasa bekerja. Mereka sebenarnya bisa bekerja, hanya saja mereka tidak biasa bekerja. Karena biasanya mereka cuma siap-siap saja tanpa adanya aksi.Semoga saja blog ini akan tetap tidak terindeks di pencarian manapun. Cerita ini adalah cerita sehari-hari yang harus dituangkan dalam bentuk lain. Daripada dituangkan dalam bentk kemarahan, lebih baik menulis dan anggap saja bercerita dengan internet yang telah dirangkai oleh manusia.
Sebenarnya sampai dengan saat ini, tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan pekerjaan yang ada. Hanya saja karena telah mendapatkan penghasilan, sehingga lebih baik meneruskan dengan tetap memiliki aktifitas di luar. Mematikan kreatifitas adalah cara terburuk untuk menjalani kehidupan. Orang-orang yang terlalu fokus dalam bekerja sebenarnya bukan lagi seorang manusia.
Saat ini banyak sekali teknologi yang bisa memudahkan manusia dalam mencapai tujuan bersama. Apalagi negara ini yang lebih mementingkan administrasi bertingkat daripada kreatifitas dan kebutuhan manusia itu sendiri. Seolah-olah dengan adanya administrasi yang panjang tersebut mereka bisa mendapatkan hasil yang lebih optimal dan banyak hanya dalam waktu singkat.
Dunia yang saat ini cepat sekali perkembangannya karena adanya teknologi, sering kali dilupakan oleh pemangku kepentingan yang duduk disana. Mereka masih sibuk dengan urusan proyek karena ingin mengembalikan apa yang telah diberikan. Padahal mereka sudah tahu konsekuensinya dan sudah tahu bahwa tindakan tersebut adalah tindakan yang keliru dan menyalahi aturan serta merugikan banyak pihak.
Malas sekali mendengar semua bualan mereka yang seolah-olah mementingkan semua orang. Mementingkan orang kecl yang tidak berdaya. Pertanyaannya adalah, orang kecil yang bagaimana? siapa orang kecil itu.
Kembali lagi dengan masalah pekerjaan saat ini. Saya tidak tahu di pakah di negara lain etos kerjanya sama dengan negeri ini. Disini masih menggunakan cara tradisional. Lucunya juga, disini masih menjadi konsumen dengan begitu banyaknya perusahaan yang ada. Dan parahnya lagi, tujuan utama dari bekerja adalah uang, bukan hobi.
Mereka yang bekerja atas nama lembaran atau digit akan selalu terjerumus dalam ketidak pastian hidup. Mereka berpikir akan hidup selamanya di dunia ini. Mereka menyangkan bahwa mereka akan kekal abadi dan tidak akan dihisap atas perbuatannya.
Mereka dan lagi-lagi mereka menjadi orang yang konsumtif dan bergaya yang tidak semestinya. Mereka begitu tersanjung dengan sanjungan manusia dari pada yang maha kuasa. dan sebebarnya tidak ada yang mereka lakukan dalam pekerjaan. Mereka hanya tetap akan menjadi benalu bagi negeri ini dan tidak memiliki kontributif. JIkapun mereka menyumbangkan tenaga atau pikiran mereka, sebenarnya hanya lebih memperburuk keadaan.
Lihatnya yang akan terjadi dimasa mendatang. Dengan sistem pekerjaan yang masih seperti ini, akan ada banyak pihak yang dirugikan. Untuk apa sebenarnya struktur yang mereka buat susah-susah tersebut. Untuk apa?