Perumahan

Sempat memikirkan tempat tinggal untuk selanjutnya. Menjadi orang yang lebih baik dan bisa belajar dengan leluasa. Tidak ada keraguan untuk segan dan atau menjadi orang yang pasif. Tapi, kemana akan perginya. Menjadi kedewasaan diri. Jika di tempat baru lebih ramai dari tempat lama. Juga tingkat kepo yang tinggi yang tidak disertai dengan kepedulian akan menghasilkan percakapan yang tidak berarti.Hari ini akan membahas tentang perumahan. Sebenarnya dimanapun akan tinggal, jika memang memiliki kejernihan hati dan pikiran, semuanya akan ikut jernih dan menjadikan penghidupan. Namun jika masih kotor dan berburuk sangkah, maka akan ada selalu kekacauan.

Sayangnya, manusia bukan memikirkan tempat yang jernih atau menjadi orang yang jernih. Mereka lebih memikirkan berlembar-lembar yang akan dihabiskan dan kalau bisa seringan mungkin. Namun mereka lupa bahwa menabung itu adalah cara paling tepat sekaligus ujian untuk mendapatkan sesuatu yang ada di dunia. Jika memang tidak bisa mengumpulkannya, maka otomatis tidak bisa memilikinya. Semudah itu.

Namun lebih dikhawatirkan lagi, saat ini dengan banyaknya penawaran yang menyesatkan banyak orang. Mereka seolah-olah bisa mendapatkan langsung jadi dengan instan sesuatu yang diinginkan. Mereka mencari penghidupan setiap harinya hanya untuk membayar sesuatu yang sebenarnya bukan miliknya.

Dibuka saja. KPR itu bukan milik mereka. Akan ada waktunya tempat itu diambil oleh yang memegang sistem. Walaupun sudah memiliki penghasilan yang tetap, sebenarnya mereka telah menurunkan taraf hidup mereka sendiri. Dan lucunya, mereka menjadi budak tanpa tali bernama hutang.

Mungkin perlu diingatkan lagi bahwa, orang yang mati sahid saja hutangnya akan tetap diperhitungkan walaupun semua dosa yang lainnya diampuni seketika itu juga. Namun mereka seperti melawan badai yang begitu besar. Mereka menyangka bahwa jika mereka bersatu mereka akan menang. Padahal, sebanyak apapun debu yang yang ada diatas batu licin, jika dihembuskan angin mereka akan melayang begitu saja. Hilang.

Diterbitkan oleh umaruddin93

Menulis menjadi disiplin baru

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai