Rekrut

Terlintas saat ini pengalaman pada saat mengikuti perebutan abdi negara di salah satu kementerian di negeri ini. Awalnya terlihat biasa-biasa saja. Semua lancar layaknya perekrutan pegawai biasa. Namun, ada dinamika yang terjadi hanya dengan satu malam.Bisa-bisa aturan yang telah dibuat utuh dalam masa dua tahun terakhir. Mulai dari formasi sampai dengan jumlahnya dan tata cara untuk mendapatkan. Namun, karena adanya fakta bahwa banyak orang yang gagal dalam eliminasi menggunakan komputer. Padahal hanya dengan memilih jawaban yang dari 5 kemungkinan jawaban. Soalnyapun tidak lebih susah dari sarjana keatas. Kok bisa begitu banyak yang tidak lulus dalam penilaian tersebut.

Seharusnya mereka yang mawas diri dan mencoba untuk belajar lebih giat lagi. Namun, malah orang-orang yang lain yang sepertinya tidak rela jika ada anaknya yang tidak kebagian kursi yang lumayan empuk dan mudah untuk didapatkan tersebut. kranzsi…

Mereka yang memiliki kursi, lagi-lagi, mencoba untuk membuat peraturan baru yang tidak adil dan lebih berpihak dan mengambil kesempatan diatas kesempitan orang lain. Mereka mengubahnya hanya dengan satu malam. Luar biasa.

Seharusnya perekrutan secara nasional dan bisa ditempatkan dimana saja sesuai dengan daerah atau luar daerah tidak ada pengaruh. Seharusnya yang dipilih adalah orang yang ahli dan bisa menuntaskan semua rintangan yang telah dibuat untuk hanya sekedar menguji diri. Malah dengan alasan jauh…. mereka mengubah peraturan itu. Hasilnya, yang terpilih adalah tante-tante berbedak yang punya kerabat penjual kursi disana.

Kurang dari setahun, sudah ada yang ketahuan bahwa menjual kursi empuk itu menjadi bisnis dan tersebar ke hampir semua media. Bukannya membuatnya bersih, malah membuatnya terlihat begitu mudah oleh orang lain betapa kotornya praktik itu.

Banyak kasusnya, mereka yang seharusnya dipilih berdasarkan kemampuan fisik untuk menjaga keamaan. Malah yang terpilih adalah para kerabat yang begitu saja dan begitu saja. Orang-orang yang layak namun tidak punya kenalan, akan terbuang begitu saja. Jikapun bisa menempuh jalur bersih, merekalah yang ditempatkan diujung benua tak berpenghuni.

Dan akhirnya, inilah permulaan dari tidak transparansinya peraturan yang telah dibuat. Mereka dengan mudahnya membuat membolak balik apa yang mereka buat sendiri. Mereka tidak tahu bahwa akan tetap ada orang-orang yang mengutuk mereka kapanpun mereka berada dan selama mereka masih ada.

Diterbitkan oleh umaruddin93

Menulis menjadi disiplin baru

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai