Alasan

Selalu saja ada alasan yang diberikan untuk menghindari masalah. Walaupun sebenarnya banyak yang sudah menyadari bahwa akan ada masalah jika dilakukan. Tapi menjadi menarik jika rencana masalah itu dilakukan, ketika telah menjadi masalah, barulah mereka mencari alasan.Alasan biasanya selalu berkonotasi negatif. Orang-orang yang membela dirinya karena melakukan kesalahan selalu mencari alasan. Mereka seperti tidak menerima kekalahan karena salah. Seolah-olah hidupnya akan berakhir jika mengakui kesalahannya. Apakah siap salah hanya sebutan belaka?

Rasanya jengkel dengan orang-orang yang selalu mencari alasan. Merasa dirinya selalu benar atas perbuatannya. Selalu mencari kesalahan orang lain demi menutupi kesalahan diri sendiri. Selalu begitu.

Melihat kesalahan orang lain sepertinya sudah sangat ahli, dan dengan mudahnya membeberkan kepada orang lain. Aneh bin ajaib namun pasti ada. Orang-orang seperti ini akan selalu merasa benar. Tanpa mementingkan perasaan orang lain.

Tidak peduli dan diam adalah kunci dari permasalahan ini. Percuma berbicara dengan orang yang selalu memiliki alasan. Mereka akan dengan mudah mematahkannya. Mereka akan selalu belajar bagaimana cara untuk mencari alasan yang paling mematikan.

Lucunya, banyak lembaga yang selalu menanyakan alasan dari perbuatan yang telah dilakukan oleh orang lain. Mereka tidak mencari solusi atau latar belakang dari masalah yang terjadi. Mereka hanya mencari alasan kenapa hal itu sampai terjadi. Mereka selalu ingin memenangkan isi pembicaraan. Padahal tidak ada isi dan kinerja yang nyata. Semua nol.

Diterbitkan oleh umaruddin93

Menulis menjadi disiplin baru

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai